Seni Budaya secara Umum


Definisi Seni

Seni adalah karya manusia yang mengkomunikasikan pengalaman-pengalaman batinnya, pengalaman batin tersebut disajikan secara indah atau menarik sehingga merangsang timbulnya pengalaman batin pula pada manusia lain yang menghayatinya. Kelahiran seni atau karya seni tidak didorong oleh hasrat memenuhi kebutuhan pokok, melainkan merupakan usaha melengkapi dan menyempurnakan derajat kemanusiaannya memenuhi kebutuhan yang sifatnya spiritual. (Soedarso SP, Tinjauan Seni, Yogyakarta: Saku Daya Sana, 1990. Hlm. 5)

Definisi Budaya
Kata “kebudayaan”berasal sari bahasa Sangsekerta buddhayah, yaitu bentuk jamak dari buddhi yang berarti “budi” atau “akal”. Dengan demikian ke-budaya-an dapat diartikan: “hal-hal yang bersangkutan dengan akal”. atau juga merupakan hasil dari cipta, karsa dan rasa itu.
(Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta, PT. Renika Cipta, 2009, hlm:146.)

Klasifikasi Seni Rupa berdasarkan Fungsi
  • Fine Art         : Seni rupa murni. Lebih menonjolkan keindahan ketimbang fungsi pakai
Fine Art. Source: wallpapers-web.com
  • Applied Art    : Seni rupa terapan. Lebih mementingkan fungsi pakai ketimbang keindahan
Applied Art. Source: blogteraktual.com

Klasifikasi Seni Rupa berdasarkan Wujud
  • 2 Dimensi    : memiliki dua ukuran panjang dan lebarKarya seni rupa ini hanya dapat dihayati dari satu arah yaitu dari depan.
    Contohnya: seni lukis, seni ilustrasi, seni batik seni grafik, sketsa dan lain-lain.
2 Dimensi
  • 3 Dimensi    : memiliki tiga ukuran panjanglebar dan tinggi atau tebal (mempunyai volume). Karya seni rupa ini dapat dinikmati atau dihayati dari pelbagai perspektif.        Contohnya: seni patung, seni kriya, seni bangunan, seni dekorasi, seni taman dsb.

3 Dimensi
Estetika Seni
Estetika berasal dari kata Yunani Aesthesis, yang berarati perasaan atau sensitivitas.
Unsur-unsur estetika dalam seni rupa meliputi: garis, warna, bidang, ruang, dan tekstur dalam komposisinya yang saling mendukung. Teori estetika Monroe Beardsley yang dikutip oleh Dharsono Sony Kartika dalam bukunya ”Kritik Seni” yang menjelaskan menjadi tiga ciri sifat-sifat membuat baik dari benda-benda estetis pada umumnya dan tiga tingkatan kelompok yaitu:
  • Kesatuan (unity) ini berarti bahwa benda estetis ini tersusun secara baik atau sempurna bentuknya.
  • Kerumitan (complexity) benda estetis atau karya seni yang bersangkutan tidak sederhana sekali, melainkan kaya akan isi maupun unsur-unsur yang saling berlawanan atau mengandung perbedaan-perbedaan yang halus.
  • Kesungguhan (intensity) suatu benda estetis yang baik harus mempunyai suatu kualitas tertentu yang menonjol dan bukan sekedar sesuatu yang kosong. Tak menjadi soal kualita apa yang dikandungnya (misalnya suasana suram atau gembira, sifat lembut atau kasar), asalkan merupakan sesuatu yang intensif atau sungguh-sungguh.

(Dharsono Sony Kartika, Kritik Seni, Bandung: Penerbit Rekayasa Sains, 2007, hlm 76.)

Konsep Seni dan Budaya
Pencapaian budaya di bidang kesenian dapat dilihat pada dua aspeknya, yaitu teknik dan konsep-konsep seni yang berkenaan dengan tujuan dan hakikat seni.

Estetika Nusantara
Dharsono Sony Kartika mengungkapkan estetika dalam orientasinya terhadap kebudayaan merupakan interaksi timbal balik di antara sistem-sistem dalam wujud kebudaaan tersebut, yaitu hubungan antara idea, aktivitas, dan atrefak, dari karya yang dihasilkan oleh masyarakat Jawa. Hal ini menunjukkan secara konotasi bahwa hasil budaya secara artefak merupakan bukti adanya aktivitas dari sebuah gagasan atau idea secara horisontal menunjukkan adanya hubungan antara dirinya secara mikrikosmos (dunia batin) dengan makrokosmos (lingkungan dan alam semestanya) dan secara vertikal menunjukkan adanya hubungan dengan Tuhan-Nya dengan sikap menerima


MAN IC Pasuruan. Senin, 30 Oktober 2018

Komentar